Selasa, 23 September 2014

Bagaimana Kita Memuliakan Diri Kita Sendiri


 
Memuliakan diri. Terbesit dalam fikiran saya, sepanjang umur saya dalam menjalani hidup mungkin harus saya telaah lebih dalam lagi. Mengapa? Anda harus tahu dalam konteks ini kita memberikan suatu alasan mengapa kita harus memuliakan diri kita sendiri, padahal seharusnya sudah sedari dulu kita sebaiknya melakukan ini. Ini semacam kepribadian kita. kita wajib tahu itu.

Dalam kehidupan kita pasti tahu bahwa kita sebagai manusia adalah mahluk sosial. karena mengapa, kita sebagai manusia adalah orang yang masih saling membutuhkan, saling ketergantungan. Namun sebagian orang disekitar kita yang memiliki teman hanya dijadikan objek yang tidak semestinya. karena mengapa, teman seharusnya kita bagaikan orang lain saja, sebagaimana contoh kita ketika menaiki angkutan umum.

Sebelum itu mari kita tengok lebih dalam lagi tentang manusia. Apa yang dimiliki manusia? bukan semacam organ atau hal-hal yang berhubungan tentang tubuh tapi ini adalah rasa. Manusia memiliki Emosi. Manusia dengan yang lainnya Bisa menjadi pelayan. kita harus tahu secara teknis perjalanan kita menuju cita-cita sangatlah sulit. Kita harus siap menghadapi perubahan zaman, iklim, adab dsb. Sebaiknya anda harus memilih dulu apa anda memilih Jalan sulit atau anda Bertemu jalan sulit. bedakan apa konteks tersebut. kita memilih jalan sulit artinya kita siap, kita sudah safety dengan diri kita sendiri. Berbeda dengan bertemu jalan sulit. kita dipertemukan dengan sesuatu hal yang belum tentu kita bisa melewatinya.

Maka dari itu kita harus menciptakan ketergantungan. Karena mengapa? Dengan menciptakan ketergantungan, kita melakukan apa yang tidak ada dalam diri kita. Berbeda dengan kita tergantung. Tergantung itu adalah suatu perilaku yang dilakukan karena kita tidak mampu.

Kita sebagai manusia telah dianugrahi Tuhan Yang Maha Esa skill ketika kita sudah dilahirkan. Mengapa? Skill ini berguna nantinya ketika kita sudah selesai melakukan pengalaman-pengalaman luar biasa dalam hidup. Seperti contoh SD-SMP-SMA. Perlu anda ketahui bahwa ketika kita sudah melangkah ke jenjang Perguruan Tinggi, kita harus tahu Apa skill dalam bidang passion kita.

Ada satu hal yang perlu anda ketahui ketika kita berhasil menjalani passion kita dengan skill yang kita punya bisa saja sia-sia. Apa? Anda harus tahu Mengeluh. Mengeluh dapat menyebabkan Pengurangan skill dalam diri kita. Mengapa begitu? ketika kita mengeluh dalam suatu kegiatan, secara tidak sadar kita akan teralih untuk menjadi tidak profesional, tidak menjadi semangat lagi. Ini bisa saja menghancurkan prospek skill yang anda punya. Kita harus tahu jika kita mengerjakannya suatu kegiatan dengan enjoy, dengan sangat penuh kesemangatan maka niscaya pekerjaan itu akan terasa nikmat dilakukan.
Kita harus Hindari sifat ini. Kita Harus memberikan Totalitas penuh dalam kehidupan kita.

Dan sebetulnya semua yang berada dalam kehidupan yang bermasalah hanya masalah mindset dan paradigme kita saja. Kiranya kita harus rubah itu mulai sekarang juga. Jangan sampai kita bertemu ketersesatan. Kita Harus mengetahui pengetahuan dalam diri kita untuk bertahan hidup, sebab dunia kedepan akan lebih membawa kita ke modernisasi lebih jauh lagi.

Untuk itu Rekan-rekan semua, Mari kita rubah mindset kita kita rubah semua sifat perilaku kita.. jangan sampai kita digenggam oleh dunia. Dunia harus kita genggam sebab kitalah yang akan merubah dunia akan menjadi apa nantinya. Mungkin dengan tulisan ini bisa sedikit membuat rekan-rekan sekalian untuk menjadi lebih hebat lagi karena kita semua bisa menjadi hebat.

SALAM!!!

Kamis, 18 September 2014

Mengenal Lebih Jauh tentang Potensi Diri dalam Kajian Pancasila

   Untuk mengenal lebih jauh tentang diri kita, mungkin kita harus menengok lebih dalam lagi passion kita seperti apa, dan sedalam apa. Bagaimanakah kita mengenal potensi kita? bagaimana cara kita melakukannya?. Bagi saya ada 2 hal penting ya g harus patut dicoba seperti halnya melakukan test minat dan bakat sampai individu tersebut mengetahui apa bakat yang sebenarnya dimiliki.

      Setiap manusia memiliki potensi berbeda-beda. Dan begitu indahnya karunia Tuhan yang menciptakan akal dan fikiran manusia, sehingga manusia bisa mengetahui potensi dan bakat yang dimiliki. Ada banyak pertanyaan yang selalu terdengar di kalangan orang banyak.

1. Apa potensi kita?
2. Mengapa Potensi ini kita miliki?
3. Bagaimana cara mengelola Potensi Kita?

     Setiap memiliki kekurangan dan kelebian masing-masing. Akan tetapi manusia selalu melakukan hal-hal baru untuk menutupi serta melengkapi kekurangan dan kelebihan tersebut. Indonesia pada saat ini memiliki generasi-generasi emas pancasila yang sebetulnya bisa dikembangkan untuk dunia. tapi secara konteks kita belum bisa mengetahui apa sebenarnya sejarah dikatakannya Pancasila.
Hal yang wajib kita tahu. secara konteks Indonesia memiliki kompetensi Horizontal dan Vertikal. dan sebetulnya secara garis besar indonesia memiliki satu kata yang harus kita wajib ketahui, apa itu? ya Bangsa. Menurut kalian apakah bangsa tersebut adalah sebuah negara? Jawabannya adalah Bukan!. Negara hanya mengelola saja. Inilah yang harus kita ketahui begitu besarnya bangsa kita, begitu ragamnya budaya Indonesia. Dan apakah Menurut Kalian Pancasila adalah sebuah nama hasil sidang BPUPKI? pasti sebagian besar menjawab YA.Tapi itu salah. Secara konteks Pancasila terangkat dari kebudayaan Sundaland. Apa itu sundaland? bisa anda klik link ini agar ingin tahu lebih lanjut:

 http://kanzunqalam.com/2011/03/09/sejarah-melayu-teori-sundaland-dan-naskah-wangsakerta/

 Indonesia sendiri memiliki tahap Input-Proses-Output. benar tahap tersebut memiliki definisi. dan definisi tersebut tersirat dalam setiap sila Pancasila itu tersendiri.
Mari kita lihat secara detail tentang Pancasila dalam setiap silanya:

Input: Ini terdapat di dalam Sila 1-2
kita lihat pada sila 1-2 yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa", "Kemanusiaan yang beradil dan beradab". dalam sila tersebut kita dapat mengartikan  Tuhan sang penciptanya juga dengan orang lain karna pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, tapi apa yang terjadi? Tidak demikian masyarakat Indonesia yang egois dan angkuh sudah tergambar dalam kehidupan sehari-hari dan juga pelecehan terhadap manusia menunjukan bahwa tidak adanya penghargaan terhadap manusia sebagai ciptaan Tuhan.

Proses: terdapat pada sila ke 3-4
pada sila tersebut kita ketahui bahwa persatuan indonesia memiliki banyak ragam budaya dan suku bangsa yang begitu beragam. dan juga sila ke 4 kita ketahui setiap bangsa indonesia selalu mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat. namun untuk abad pertengahan ini indonesia dilanda banyak sekali kasus yang sampai sekarang belum tau sampai kapan ini bisa akan selesai. sebagai contoh kita ambil Korupsi, kemiskinan, dsb. menurut anda apakah kemiskinan bisa hilang dalam bumi pertiwi ini? Para ahli telah mengungkapkan kemiskinan tidak akan bisa dihilangkan. Jika terus seperti ini apakah kita sebagai generasi akan tinggal diam?. Inilah ajang sebagi bukti bahwa potensi kita sebagi Leader akan kita gunakan untuk bangsa kita ini


 Output: terdapat pada sila ke 5
sila kelima menghasilkan kata Adil. inilah yang harusnya kita gunakan untuk melakukan perubahan dalam membangun dan menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang merdeka. Serta sosial yang selalu dujunjung tinggi dalam membangun sikap gotong-royong untuk bangsa ini.

Untuk itu kita harus lebih banyak memahami secara konteks untuk kedepannya. Bangsa ini akan membutuhkan tangan-tangan adil dan leader yang memiliki mindset untuk terus maju kedepan. Semoga tulisan ini bisa merubah mindset kita yang sebenarnya kita harus tahu bahwa banyak sejarah Indonesia yang sangat baik dalam konteksnya yang harus kita ketahui. 

SALAM! INDONESIA!!!
 


Jumat, 05 September 2014


Disiplin, mungkin perilaku ini sudah menjadi hal yang tak asing lagi di kehidupan kita. Namun kini untuk mendengarkan katanya saja sudah terasa seperti memikul batu dari tambang menuju gudang, berat sekali untuk dilakukan dikehidupan sehari-hari. Mungkin kali ini saya ingin mengembangkan perilaku ini menjadi sesuatu kebudayaan kita yang dulunya ada dan menjadi suatu kebudayaan yang sangat di hormati dan juga menjadi karakter bagi para leluhur-leluhur kita. Namun sebelumnya kita lihat sisi sekarang terlebih dahulu. Pejamkanlah mata sejenak dan bayangkan suatu saat nanti kita tidak menggunakan perilaku disiplin ini, "Bagaimana nasib bangsa ini?", "Apa yang terjadi jika kita terus tidak melakukan disiplin ini untuk diri kita terlebih dahulu?", "Apakah seorang Bung Karno dan juga Bung Hatta pernah lalai?". Mari kita renungkan seberapa lama kita tidur dari jati diri kita sebagai bangsa yang penuh tekad dan komit.

 


 Mengapa Mahasiswa masih datang terlambat?

Kini kita tahu sistem pembelajaran di Indonesia ada 12 tahun wajib sekolah. Ketika kita di Sekolah dasar, apa yang kalian ingat dalam benak kalian? 
1. kita berbaris melakukan upacara.
2. masuk dengan tertib secara bersamaan.
3. pulang dan langsung mengerjakan pekerjaan  rumah.
4. bersaing untuk mendapat nilai terbaik.
coba tengok ketika kita sudah memasuki masa SMP/SMA, apa menurut kalian ada perbedaan?, bagi saya sebagian besar sama, namun mungkin ketika SMP dan SMA kita memiliki ego sebagai seorang remaja. Mulai terjadinya membolos, lalu masuknya pengaruh rokok. inilah seharusnya masa dimana kita harus melakukan banyak hal namun sebagian besar remaja masih bisa terselamatkan.


Apakah kedisiplinan masa sekolah 12 tahun harus kita tinggalkan?




Masuk masa dimana kita telah selesai menuntaskan masa belajar selama 12 tahun, kita beralih ke jenjang yang lebih menantang, menuntut kita untuk menjadi lebih matang lagi, tapi apakah kalian tau mengapa kita disebut "MAHASISWA". Maha sendiri memilik arti Besar, sedangkan Siswa adalah seorang siswa, seorang murid, seorang yang masih menuntut ilmu, ini hanya penambahan imbuhan MAHA didepan kata SISWA. 
Di masa ini banyak sekali perubahan 180 derajat dari karakter kita ketika belajar selama 12 tahun. Memang mungkin kita berbeda ketika masa sekolah dulu kita menggunakan seragam namun masuk di masa kuliah kita bebas berekplorasi, bebas mengekspresikan diri. karena memang kita dituntut menjadi proaktif. Akan tetapi perilaku disiplin itu hanya menjadi momok bagi mahasiswa, mereka menjadikan beban yang amat sangat berat. Dalam setiap mata perkuliahan pasti setiap dosen memiliki suatu konsekwensi untuk keterlambatan atau biasa disebut toleransi. Namun masih saja mahasiswa menganggap toleransi tersebut adalah suatu hal kecil yang mudah di jawab dengan triliun alasan. Akan tetapi kini ada beberapa hal yang mungkin masuk akal dalam alasan mahasiswa tersebut.
1. Jarak rumah dengan Kampus.
2. Ada sesuatu hal yang terjadi di jalan seperti: Kecelakaan, Ban motor pecah, dsb.
3. Kereta mengalami delay *khusus pengguna kereta
4. Macet
Tapi dalam pertemuan pertama dosen selalu memberi aturan pertama serta toleransi-toleransi tersebut. namun seharusnya jika memang mahasiwa mau bisa datang tepat waktu, mahasiswa harus melakukan prediksi waktu, sebab inilah yang harus dituntut kepada mahasiswa karna mahasiswa memiliki pemikiran lebih dari pemikirannya ketika sekolah. Namun hal ini mungkin hanya isapan jempol belaka, mahasiswa sekarang masih menggunakan kata "ah gampang" "ah woles", hey men? 2014? masih harus berwoles-wolesan? Ini lah mungkin masa masa dimana pemuda dan pemudi bangsa ini terancam menjadi penjajah dalam bangsanya sendiri, karena sudah tidak ada kata karakter disiplin dalam benak mahasiswa dan tidak ada lagi kedisiplinan menjadi  kebudayaan dalam jati diri mereka. 

Akankah akan terus berlanjut seperti ini?
 Kini kita ketahui, begitu pentingnya disiplin bagi para penerus bangsa ini. Pemuda dan pemudi harus biasa melakukan ini atau mungkin lebih baik jadikanlah perilaku ini menjadi sebuah karakter untuk masing masing, sebab tanpa adanya disiplin mungkin beberapa tahun yang akan datang bangsa ini menjadi bangsa yang egois bangsa yang tidak mempunyai tata tertib yang pantas untuk di hormati. Esok dan seterusnya adalah masa dimana kita harus berfikir luas, memikirkan apa yang akan selanjutnya terjadi, sebab disiplin adalah suatu perilaku yang sangat amat sangat disegani di dunia. Tanpa adanya kedisiplinan akan ada jutaan mahasiswa malas di bangsa ini 

Dan ingatlah 3 hal yang akan selalu hadir di dunia ini
1. Perubahan. 
2. Pilihan.
3. Prinsip. 


Mari kita ubah pola berfikir kita, kita ubah cara pandang kita terhadap disiplin. Jadikanlah disiplin itu menjadi sebuah karakter kita, menjadi sebuah kebudayaan kita sebagai mana tokoh kita terdahulu selalu mementingkan kedisiplinan.