Untuk mengenal lebih jauh tentang diri kita, mungkin kita harus menengok lebih dalam lagi passion kita seperti apa, dan sedalam apa. Bagaimanakah kita mengenal potensi kita? bagaimana cara kita melakukannya?. Bagi saya ada 2 hal penting ya g harus patut dicoba seperti halnya melakukan test minat dan bakat sampai individu tersebut mengetahui apa bakat yang sebenarnya dimiliki.
Setiap manusia memiliki potensi berbeda-beda. Dan begitu indahnya karunia Tuhan yang menciptakan akal dan fikiran manusia, sehingga manusia bisa mengetahui potensi dan bakat yang dimiliki. Ada banyak pertanyaan yang selalu terdengar di kalangan orang banyak.
1. Apa potensi kita?
2. Mengapa Potensi ini kita miliki?
3. Bagaimana cara mengelola Potensi Kita?
Setiap memiliki kekurangan dan kelebian masing-masing. Akan tetapi manusia selalu melakukan hal-hal baru untuk menutupi serta melengkapi kekurangan dan kelebihan tersebut. Indonesia pada saat ini memiliki generasi-generasi emas pancasila yang sebetulnya bisa dikembangkan untuk dunia. tapi secara konteks kita belum bisa mengetahui apa sebenarnya sejarah dikatakannya Pancasila.
Hal yang wajib kita tahu. secara konteks Indonesia memiliki kompetensi Horizontal dan Vertikal. dan sebetulnya secara garis besar indonesia memiliki satu kata yang harus kita wajib ketahui, apa itu? ya Bangsa. Menurut kalian apakah bangsa tersebut adalah sebuah negara? Jawabannya adalah Bukan!. Negara hanya mengelola saja. Inilah yang harus kita ketahui begitu besarnya bangsa kita, begitu ragamnya budaya Indonesia. Dan apakah Menurut Kalian Pancasila adalah sebuah nama hasil sidang BPUPKI? pasti sebagian besar menjawab YA.Tapi itu salah. Secara konteks Pancasila terangkat dari kebudayaan Sundaland. Apa itu sundaland? bisa anda klik link ini agar ingin tahu lebih lanjut:
http://kanzunqalam.com/2011/03/09/sejarah-melayu-teori-sundaland-dan-naskah-wangsakerta/
Indonesia sendiri memiliki tahap Input-Proses-Output. benar tahap tersebut memiliki definisi. dan definisi tersebut tersirat dalam setiap sila Pancasila itu tersendiri.
Mari kita lihat secara detail tentang Pancasila dalam setiap silanya:
Input: Ini terdapat di dalam Sila 1-2
kita lihat pada sila 1-2 yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa", "Kemanusiaan yang beradil dan beradab". dalam sila tersebut kita dapat mengartikan Tuhan sang penciptanya juga dengan orang lain
karna pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, tapi apa yang terjadi? Tidak
demikian masyarakat Indonesia yang egois dan angkuh sudah tergambar dalam
kehidupan sehari-hari dan juga pelecehan terhadap manusia menunjukan bahwa
tidak adanya penghargaan terhadap manusia sebagai ciptaan Tuhan.
Proses: terdapat pada sila ke 3-4
pada sila tersebut kita ketahui bahwa persatuan indonesia memiliki banyak ragam budaya dan suku bangsa yang begitu beragam. dan juga sila ke 4 kita ketahui setiap bangsa indonesia selalu mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat. namun untuk abad pertengahan ini indonesia dilanda banyak sekali kasus yang sampai sekarang belum tau sampai kapan ini bisa akan selesai. sebagai contoh kita ambil Korupsi, kemiskinan, dsb. menurut anda apakah kemiskinan bisa hilang dalam bumi pertiwi ini? Para ahli telah mengungkapkan kemiskinan tidak akan bisa dihilangkan. Jika terus seperti ini apakah kita sebagai generasi akan tinggal diam?. Inilah ajang sebagi bukti bahwa potensi kita sebagi Leader akan kita gunakan untuk bangsa kita ini
Output: terdapat pada sila ke 5
sila kelima menghasilkan kata Adil. inilah yang harusnya kita gunakan untuk melakukan perubahan dalam membangun dan menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang merdeka. Serta sosial yang selalu dujunjung tinggi dalam membangun sikap gotong-royong untuk bangsa ini.
Untuk itu kita harus lebih banyak memahami secara konteks untuk kedepannya. Bangsa ini akan membutuhkan tangan-tangan adil dan leader yang memiliki mindset untuk terus maju kedepan. Semoga tulisan ini bisa merubah mindset kita yang sebenarnya kita harus tahu bahwa banyak sejarah Indonesia yang sangat baik dalam konteksnya yang harus kita ketahui.
SALAM! INDONESIA!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar