Jumat, 05 September 2014


Disiplin, mungkin perilaku ini sudah menjadi hal yang tak asing lagi di kehidupan kita. Namun kini untuk mendengarkan katanya saja sudah terasa seperti memikul batu dari tambang menuju gudang, berat sekali untuk dilakukan dikehidupan sehari-hari. Mungkin kali ini saya ingin mengembangkan perilaku ini menjadi sesuatu kebudayaan kita yang dulunya ada dan menjadi suatu kebudayaan yang sangat di hormati dan juga menjadi karakter bagi para leluhur-leluhur kita. Namun sebelumnya kita lihat sisi sekarang terlebih dahulu. Pejamkanlah mata sejenak dan bayangkan suatu saat nanti kita tidak menggunakan perilaku disiplin ini, "Bagaimana nasib bangsa ini?", "Apa yang terjadi jika kita terus tidak melakukan disiplin ini untuk diri kita terlebih dahulu?", "Apakah seorang Bung Karno dan juga Bung Hatta pernah lalai?". Mari kita renungkan seberapa lama kita tidur dari jati diri kita sebagai bangsa yang penuh tekad dan komit.

 


 Mengapa Mahasiswa masih datang terlambat?

Kini kita tahu sistem pembelajaran di Indonesia ada 12 tahun wajib sekolah. Ketika kita di Sekolah dasar, apa yang kalian ingat dalam benak kalian? 
1. kita berbaris melakukan upacara.
2. masuk dengan tertib secara bersamaan.
3. pulang dan langsung mengerjakan pekerjaan  rumah.
4. bersaing untuk mendapat nilai terbaik.
coba tengok ketika kita sudah memasuki masa SMP/SMA, apa menurut kalian ada perbedaan?, bagi saya sebagian besar sama, namun mungkin ketika SMP dan SMA kita memiliki ego sebagai seorang remaja. Mulai terjadinya membolos, lalu masuknya pengaruh rokok. inilah seharusnya masa dimana kita harus melakukan banyak hal namun sebagian besar remaja masih bisa terselamatkan.


Apakah kedisiplinan masa sekolah 12 tahun harus kita tinggalkan?




Masuk masa dimana kita telah selesai menuntaskan masa belajar selama 12 tahun, kita beralih ke jenjang yang lebih menantang, menuntut kita untuk menjadi lebih matang lagi, tapi apakah kalian tau mengapa kita disebut "MAHASISWA". Maha sendiri memilik arti Besar, sedangkan Siswa adalah seorang siswa, seorang murid, seorang yang masih menuntut ilmu, ini hanya penambahan imbuhan MAHA didepan kata SISWA. 
Di masa ini banyak sekali perubahan 180 derajat dari karakter kita ketika belajar selama 12 tahun. Memang mungkin kita berbeda ketika masa sekolah dulu kita menggunakan seragam namun masuk di masa kuliah kita bebas berekplorasi, bebas mengekspresikan diri. karena memang kita dituntut menjadi proaktif. Akan tetapi perilaku disiplin itu hanya menjadi momok bagi mahasiswa, mereka menjadikan beban yang amat sangat berat. Dalam setiap mata perkuliahan pasti setiap dosen memiliki suatu konsekwensi untuk keterlambatan atau biasa disebut toleransi. Namun masih saja mahasiswa menganggap toleransi tersebut adalah suatu hal kecil yang mudah di jawab dengan triliun alasan. Akan tetapi kini ada beberapa hal yang mungkin masuk akal dalam alasan mahasiswa tersebut.
1. Jarak rumah dengan Kampus.
2. Ada sesuatu hal yang terjadi di jalan seperti: Kecelakaan, Ban motor pecah, dsb.
3. Kereta mengalami delay *khusus pengguna kereta
4. Macet
Tapi dalam pertemuan pertama dosen selalu memberi aturan pertama serta toleransi-toleransi tersebut. namun seharusnya jika memang mahasiwa mau bisa datang tepat waktu, mahasiswa harus melakukan prediksi waktu, sebab inilah yang harus dituntut kepada mahasiswa karna mahasiswa memiliki pemikiran lebih dari pemikirannya ketika sekolah. Namun hal ini mungkin hanya isapan jempol belaka, mahasiswa sekarang masih menggunakan kata "ah gampang" "ah woles", hey men? 2014? masih harus berwoles-wolesan? Ini lah mungkin masa masa dimana pemuda dan pemudi bangsa ini terancam menjadi penjajah dalam bangsanya sendiri, karena sudah tidak ada kata karakter disiplin dalam benak mahasiswa dan tidak ada lagi kedisiplinan menjadi  kebudayaan dalam jati diri mereka. 

Akankah akan terus berlanjut seperti ini?
 Kini kita ketahui, begitu pentingnya disiplin bagi para penerus bangsa ini. Pemuda dan pemudi harus biasa melakukan ini atau mungkin lebih baik jadikanlah perilaku ini menjadi sebuah karakter untuk masing masing, sebab tanpa adanya disiplin mungkin beberapa tahun yang akan datang bangsa ini menjadi bangsa yang egois bangsa yang tidak mempunyai tata tertib yang pantas untuk di hormati. Esok dan seterusnya adalah masa dimana kita harus berfikir luas, memikirkan apa yang akan selanjutnya terjadi, sebab disiplin adalah suatu perilaku yang sangat amat sangat disegani di dunia. Tanpa adanya kedisiplinan akan ada jutaan mahasiswa malas di bangsa ini 

Dan ingatlah 3 hal yang akan selalu hadir di dunia ini
1. Perubahan. 
2. Pilihan.
3. Prinsip. 


Mari kita ubah pola berfikir kita, kita ubah cara pandang kita terhadap disiplin. Jadikanlah disiplin itu menjadi sebuah karakter kita, menjadi sebuah kebudayaan kita sebagai mana tokoh kita terdahulu selalu mementingkan kedisiplinan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar